Senin, 16 Maret 2015

sejarah peninggalan prabu siliwangi

Sejarah peninggalan batu tapak kaki prabu Siliwangi di hutan tegal banteng
desa bantar sari kecamatan cijambe kabupaten subang



Subang,7 Maret 2015
Berdasarkan hasil wawancara dari Nara sumber ABAH ENDIK selaku sesepuh Ds.Bantarsari Bahwa sejarah PRABU SILIWANGI saat itu pada sekitar abad 21-23 masehi ternyata, dikawasan Hutan Tegal Banteng Ds.Bantarsari ditemukan BATU TAPAK KAKI PRABU SILIWANGI yang merupakan bukti sejarah riwayat perjalanan hidup seorang tokoh legendaris PRABU SILIWANGI yang juga merupakan suami dari Nyi Subang Larang yang bernama asli KUBANG KENCANA NINGRUM.
PRABU SILIWANGI adalah seorang raja besar dari kerajaan PAKUAN PAJAJARAN yang menikahi Nyi Subang Larang putri dari Ki GEDENG TAPA sebagai istri keduanya.
Nyi Subang Larang adalah sosok tokoh pejuang wanita tatar sunda,  dan juga merupakan figur seorang muslimah sekaligus pendiri pesantren besar yang bernama “KOBONG AMPARAN ALIT” di kawasan teluk agung  Ds.Nanggerang Kec.Binong Kab.Subang, atau yang di kenal dengan sebutan  “BABAKAN ALIT”.

PRABU SILIWANGI yang berlatar belakang penganut agama hindu diutus oleh PRABU ANGGA LARANG untuk menutup kegiatan pesantren di pelabuhan karawang, yang di pimpin oleh SYEKH HASANUDDIN atau masyarakat pelabuhan karawang memanggilnya SYEKH QURO sekaligus guru dari Nyi Subang Larang. Namun setelah PRABU SILIWANGI tiba ditempat tujuan, rupanya hatinya terhambat oleh alunan suara merdu ayat-ayat suci AL-QUR’AN yang dikumandangkan oleh Nyi Subang Larang, hingga PRABU SILIWANGI mengurungkan niatnya untuk menutup pesantren SYEKH QURO.
Selanjutnya PRABU SILIWANGI menyatakan isi hatinya kepada Nyi Subang Larang untuk memperistrinya, dan pinangan tersebut diterima dengan syarat mas kawinnya yaitu Lintang Kerti Jejer Seratus atau simbol dari Tasbeh yang merupakan alat untuk berwirid yang berada di Mekkah.
Di tanah suci Mekkah, PRABU SILIWANGI disambut oleh SYEKH MAULANA JAFAR SIDIK dan bersedia membantu PRABU SILIWANGI untuk mencari  Lintang Kerti Jejer Seratus, dengan syarat  harus mengucapkan Dua Kalimah Syahadat. PRABU SILIWANGI  pun mengucapkan Dua Kalimah Syahadat, yang bermakna  pengakuan Kepada ALLAH SWT  sebagai satu-satunya Tuhan  yang harus disembah dan Muhammad SAW sebagai utusanNYA.
Selanjutnya dari situlah PRABU SILIWANGI masuk agama islam dan menerima Lintang Kerti Jejer Seratus. Kemudian PRABU SILIWANGI segera kembali ke pajajaran untuk melangsungkan pernikahan keduanya dengan Nyi Subang Larang yang berlangsung di pelabuhan karawang di pesantren SYEKH QURO.
Selanjutnya PRABU SILIWANGI dan Nyi Subang Larang pun kembali ke Ds.Nanggerang Kec.Binong Kab.Subang melewati Hutan Tegal Banteng Ds.Bantarsari Kec.Cijambe Kab.Subang , Disitulah PRABU SILIWANGI membuktikan kecintaannya kepada Nyi Subang Larang dengan menembus bumi dari Hutan Tegal Banteng Ds.Bantarsari Kec.Cijambe Kab.Subang sampai ke pesawahan Curug Batu Kapur  Ds.Curug Agung Kec.Sagalaherang Kab.Subang. sekaligus PRABU SILIWANGI membuktikan kediamannya di Hutan Tegal Banteng Ds.Bantarsari Kec.Cijambe Kab.Subang.  

 


Nara Sumber : Abah Endik 

 




Penulis  :  A. Adam Surlan Benih

1 komentar:

  1. ternyata peninggalan prabu siliwangi di kab.subang masih banya... :/

    BalasHapus