Sejarah peninggalan batu tapak kaki prabu Siliwangi di hutan tegal banteng
desa bantar sari kecamatan cijambe kabupaten subang

Subang,7 Maret 2015
Berdasarkan
hasil wawancara dari Nara sumber ABAH ENDIK selaku sesepuh Ds.Bantarsari Bahwa sejarah
PRABU SILIWANGI saat itu pada sekitar abad 21-23 masehi ternyata, dikawasan
Hutan Tegal Banteng Ds.Bantarsari ditemukan BATU TAPAK KAKI PRABU SILIWANGI
yang merupakan bukti sejarah riwayat perjalanan hidup seorang tokoh legendaris
PRABU SILIWANGI yang juga merupakan suami dari Nyi Subang Larang yang bernama
asli KUBANG KENCANA NINGRUM.
PRABU
SILIWANGI adalah seorang raja besar dari kerajaan PAKUAN PAJAJARAN yang
menikahi Nyi Subang Larang putri dari Ki GEDENG TAPA sebagai istri keduanya.
Nyi
Subang Larang adalah sosok tokoh pejuang wanita tatar sunda, dan juga merupakan figur seorang muslimah
sekaligus pendiri pesantren besar yang bernama “KOBONG AMPARAN ALIT” di kawasan
teluk agung Ds.Nanggerang Kec.Binong
Kab.Subang, atau yang di kenal dengan sebutan
“BABAKAN ALIT”.
PRABU
SILIWANGI yang berlatar belakang penganut agama hindu diutus oleh PRABU ANGGA
LARANG untuk menutup kegiatan pesantren di pelabuhan karawang, yang di pimpin
oleh SYEKH HASANUDDIN atau masyarakat pelabuhan karawang memanggilnya SYEKH
QURO sekaligus guru dari Nyi Subang Larang. Namun setelah PRABU SILIWANGI tiba
ditempat tujuan, rupanya hatinya terhambat oleh alunan suara merdu ayat-ayat
suci AL-QUR’AN yang dikumandangkan oleh Nyi Subang Larang, hingga PRABU
SILIWANGI mengurungkan niatnya untuk menutup pesantren SYEKH QURO.
Selanjutnya
PRABU SILIWANGI menyatakan isi hatinya kepada Nyi Subang Larang untuk
memperistrinya, dan pinangan tersebut diterima dengan syarat mas kawinnya yaitu
Lintang Kerti Jejer Seratus atau simbol dari Tasbeh yang merupakan alat untuk
berwirid yang berada di Mekkah.
Di
tanah suci Mekkah, PRABU SILIWANGI disambut oleh SYEKH MAULANA JAFAR SIDIK dan
bersedia membantu PRABU SILIWANGI untuk mencari
Lintang Kerti Jejer Seratus, dengan syarat harus mengucapkan Dua Kalimah Syahadat. PRABU
SILIWANGI pun mengucapkan Dua Kalimah
Syahadat, yang bermakna pengakuan Kepada
ALLAH SWT sebagai satu-satunya
Tuhan yang harus disembah dan Muhammad
SAW sebagai utusanNYA.
Selanjutnya dari situlah PRABU SILIWANGI masuk agama
islam dan menerima Lintang Kerti Jejer Seratus. Kemudian PRABU SILIWANGI segera
kembali ke pajajaran untuk melangsungkan pernikahan keduanya dengan Nyi Subang
Larang yang berlangsung di pelabuhan karawang di pesantren SYEKH QURO.
Selanjutnya PRABU SILIWANGI dan Nyi Subang Larang pun
kembali ke Ds.Nanggerang Kec.Binong Kab.Subang melewati Hutan Tegal Banteng
Ds.Bantarsari Kec.Cijambe Kab.Subang , Disitulah PRABU SILIWANGI membuktikan
kecintaannya kepada Nyi Subang Larang dengan menembus bumi dari Hutan Tegal
Banteng Ds.Bantarsari Kec.Cijambe Kab.Subang sampai ke pesawahan Curug Batu
Kapur Ds.Curug Agung Kec.Sagalaherang
Kab.Subang. sekaligus PRABU SILIWANGI membuktikan kediamannya di Hutan Tegal
Banteng Ds.Bantarsari Kec.Cijambe Kab.Subang.
Nara Sumber : Abah Endik
Penulis
: A. Adam Surlan Benih


ternyata peninggalan prabu siliwangi di kab.subang masih banya... :/
BalasHapus